Spanduk ber-Award

Roma – Ada Oscar del Calcio untuk pemain-pemain yang tampil apik. Ada pula Bidone d’Oro untuk pemain yang gagal bersinar. Ada juga penghargaan untuk spanduk di stadion-stadion di Italia.

Namanya Sandro Ciotti Award. Diambil dari nama seorang wartawan terkenal yang meninggal tahun 2003 lalu, penghargaan ini diberikan untuk spanduk dengan isi paling menarik.

Untuk tahun ini, para juri yang menilai, termasuk di dalamnya adalah Presiden FIGC Giancarlo Abete dan Presiden CONI Gianni Petrucci, memutuskan penghargaan itu jatuh ke sebuah spanduk milik tifosi Torino.

Spanduk pemenang itu bertuliskan ‘Setidaknya aku mabuk’, miliki Eleneora Ingrassia, perempuan pendukung Torino berusia 22 tahun. Ingrassia membawa spanduk itu di Stadion Olimpico saat melihat tim kesayangannya terdegradasi ke Seri B akhir musim lalu.

Posisi kedua jatuh ke tangan suporter AC Milan yang meledek presiden klubnya, Silvio Berlusconi. Spanduk itu menyindir skandal Berlusconi dengan seorang model belia bernama Noemi yang memanggil Berlusconi dengan sebutan ‘Papi’ dan mendapatkan banyak hadiah darinya.

Saat bursa transfer musim panas berlangsung, tifosi Milan memajang spanduk besar di San Siro dengan tulisan, “Papi, belikan aku Adebayor. Tertanda, Noemi”. Kenyataannya, Emmanuel Adebayor hijrah dari Arsenal ke Manchester City.

Di ibukota, suporter AS Roma banyak yang menyatakan ketidaksenangannya dengan cara Presiden Rosella Sensi menjalankan klubnya. Penolakan Sensi terhadap tawaran untuk membeli Giallorossi ditanggapi sinis tifosi.

“Jika benar ada tawaran, jadilah Scarlett O’Hara dan terbanglah bersama angin”. Rosella dalam bahasa Inggris berarti Scarlett atau merah marun. Scarlett O’Hara yang dimaksud adalah aktris di film legendaris Gone with the Wind.

Jose Mourinho yang banyak memancing kontroversi juga tak luput mendapat cibiran di spanduk. Sebuah spanduk bertuliskan “Mourinho belajar bahasa Italia cuma agar bisa berkata hal-hal sampah” mendapat award di posisi empat.

Salah satu tulisan spanduk yang masuk 10 besar adalah spanduk yang mencela Antonio Cassano, bintang Sampdoria yang dalam sebuah buku biografi mengaku telah meniduri 700 orang perempuan.

“700 perempuan untuk Cassano. Tapi otaknya masih perjaka dan belum pernah tersentuh”. Demikian isinya seperti dikabarkan Football Italia.

sumber: detiksport.com

One response to “Spanduk ber-Award

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s