Awas HIV-AIDS

AIDS merupakan gejala menurunnya kekebalan tubuh akibat masuknya virus HIV.   Peningkatan kasus akibat HIV pada pecandu narkoba, khususnya pengguna jarum suntik (Injecting Drug User) semakin cepat. 38% kasus HIV di Indonesia adalah pengguna narkoba suntikan memiliki kemungkinan tertular HIV. Media penularan HIV, Hepatitis B, dan C adalah melalui:

  • Darah
  • Cairan sperma
  • Cairan Vagina

Pengguna narkoba suntikan sangat berisiko terinfeksi HIV, Hepatitis B, dan C. Penyebabnya adalah kebiasaan menggunakan peralatan suntik yang tidak steril secara bergantian untuk narkoba. Cara ini memudahkan perpindahan darah satu orang ke orang lain. Jika seseorang  terinfeksi HIV dan / atau hepatitis B, dan C, orang tersebut akan menularkannya kepada siapapun yang memakai peralatan suntik bersamaan.

Cara penularan HIV & AIDS Pada Pecandu Narkoba

A. Perilaku Seksual

Penularan HIV-AIDS juga dapat terjadi melalui hubungan seksual berisiko. Bila seseorang pecandu narkoba suntikan yang terinfeksi HIV melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan seksualnya (baik sesame pecandu ataupun bukan), maka pasangan seksualnya dapat tertular HIV. Jika pecandu yang HIV+ tersebut mempunyai banyak pasangan seksual yang berisiko, maka akan memperbesar kemungkinan orang yang tertular HIV.

B. Perilaku Menyuntik

Penyebab utama penularan HIV pada pecandu narkoba suntikan adalah kebiasaan menggunakan peralatan suntik (jarum suntik, tabung tempat mencampur, air, filter, sendok, kapas, permukaan meja, atau alas lainnya) bersama-sama.

Ketika seseorang menggunakan peralatan suntik hampir  selalu ada sisa darah tertinggal pada peralatan tersebut, meskipun dalam jumlah yang sangat kecil, bila peralatan tersebut dipergunakan oleh orang lain, maka darah yang tertinggal akan langsung dipindahkan kepada orang yang berikutnya. Jika darah yang tertinggal tersebut terinfeksi HIV, maka orang tersebut akan tertular HIV.

Pencegahan  Penularan HIV & AIDS Pada Pecandu narkoba

  • Tidak menggunakan narkoba
  • Jika belum mampu berhenti menggunakan narkoba, maka hanya gunakan narkoba yang tidak disuntikkan dalam tubuh
  • Jika harus menggunakan narkoba suntikan, gunakan peralatan suntik yang baru setiap kali menyuntik. Jangan pernah meminjamkan atau meminjam peralatan suntik orang lain atau menggunakan bersama orang lain.
  • Bila belum mampu menyediakan peralatan suntik yang selalu baru setiap kali menyuntik, gunakannlah peralatan suntik milik sendiri yang sudah dibersihkan dengan desinfektan. Jangan berbagi peralatan suntik dengan orang lain.
  • Jika harus menggunakan peralatan suntik secara bergantian, maka pastikanlah peralatan suntik yang digunakan telah dibersihkan menggunakan desinfektan dengan cara yang benar, baik sebelum maupun sesudah pemakaian.

Pencegahan untuk mengurangi resiko penularan HIV bagi diri sendiri maupun pasangan seksual:

  • Jika belum aktif secara seksual, jangan melakukan hubungan seksual.
  • Jika sudah aktif melakukan hubungan seksual, setia dengan pasangan seksual.
  • Jika sudah aktif secara seksual, selalu pakai kondom saat melakukan hubungan seks berisiko.

sumber: GF-AIDS Indonesia HIV-AIDS Comprehensive Care NTB 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s