Madrid Menang,Pepe dipuja dan diHujat

Kemenangan 3-2 atas Getafe harus dibayar mahal pelatih Real Madrid, Juande Ramos. Selain Arjen Robben kembali cedera, Madrid juga harus kehilangan Pepe karena diusir wasit.

Ya, bek bernama lengkap Képler Laveran Lima Ferreira ini memang harus dikeluarkan wasit Carlos Delgado Ferreiro setelah mendorong penyerang Getafe, Javier Casquero.

Tak hanya itu, Pepe bahkan menendang dua kali Casquero. Penalti pun akhirnya diberikan wasit meski Casquero gagal mengeksekusinya.

Pepe sendiri mengaku bersalah dan langsung meminta maaf pada Juande Ramos. Bek Portugal itu rupanya sadar tindakannya itu akan berdampak buruk bagi timnya yang tengah memburu Barcelona di puncak klasemen.

“Pepe kehilangan kesabaran. Tapi, ia tidak bermaksud menyerang Casquero,” ujar Ramos seperti dilansir Goal, Rabu 22 April 2009.

“Dia hanya terlalu percaya diri dan ingin mengamankan daerahnya. Tapi, di saat yang tidak tepat ia justru menyakiti lawannya. Saya yakin dia sangat menyesal dengan kejadian ini. Kami harus memaafkan dia meski kami menjadi pincang,” tambahnya.

Meski mengaku sangat kehilangan, namun Ramos sendiri tetap yakin timnya akan terus menjadi ancaman Barca untuk berebut gelar La Liga musim ini.

“Kami akan terus bertarung untuk berada di posisi teratas selama secara matematis masih berpeluang. Kami tidak akan menyerah,” ujar mantan pelatih Sevilla ini.

Presiden Getafe Marah

Ungkapan berbeda tentu akan dikeluarkan kubu Getafe. Lewat Presiden Angel Torres, Los Azulones mengaku tidak puas dengan hukuman satu laga buat Pepe. Torres menilai Pepe pantas mendapat hukuman berat atas aksi anarkisnya itu.

“Pepe harus diberi hukuman minimal 10 pertandingan. Anda tidak boleh menendang lawan dengan alasan apa pun! Sikap seperti itu tidak bisa ditolerir, dan dia harusnya tidak boleh kehilangan kesabaran,” ujar Torres.

Tak hanya sikap Pepe yang menjadi perhatian presiden Getafe itu. Adu mulut antara bek Madrid, Marcelo dengan pemainnya Cata Diaz juga menjadi perhatian Torres.

“Marcelo seharusnya tidak perlu menggunakan bahasa provokasi. Ini pertandingan besar, dan tim besar tidak perlu melakukan intimidasi seperti itu. Real Madrid harusnya mempunyai karakter lebih dari itu,” bebernya.

Aksi brutalnya pada striker Getafe Javier Casquero rupanya membuat moral Pepe anjlok. Bahkan bek Real Madrid itu mengaku tak berhasrat lagi bermain.

Bek Portugal ini memang tengah ramai dibicarakan media-media Spanyol setelah melakukan tindakan brutal dengan mendorong dan menendang Casquero saat Los Merengues menekuk Getafe 3-2 kemarin.

Meski langsung meminta maaf pada Casquero dan pelatih Madrid Juande Ramos, namun tak bisa dipungkiri jika insiden itu membuat moral Pepe anjlok. Terlebih saat Pepe melihat aksi arogannya lewat tayangan ulang video.

“Saat itu menjadi hari terburuk dalam hidup saya. Saya tidak mempunyai hasrat lagi bermain sepakbola,” ujar Pepe kepada Marca, Kamis, 23 April 2009.

“Saya telah melihat replay insiden itu tapi saya tidak mengenali diri saya. Saya kehilangan ketenangan dan saya terlihat gila tapi itu bukan saya. Hukuman atas sikap buruk itu telah saya terima saat ini. Jika saya melihat itu saya memang pantas tak bermain sepakbola lagi, mungkin saya akan mencoba hal lain,” tambahnya.

Akibat ulahnya itu, Pepe saat ini diganjar dengan hukuman larangan tampil plus denda. Tak hanya itu, klubnya Real Madrid kini juga tengah mempertimbangkan hukuman tambahan atas aksi brutal Pepe itu.

sumber: VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s